Tampilkan postingan dengan label Semoga Cerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semoga Cerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2014

Agar Percaya Diri

Kepada aku sendiri, kamu, dan juga kalian yang barangkali sering tak percaya diri dan sering ragu untuk berbuat sesuatu. Terlebih jika dihadapan orang banyak. Aku akan menukil sebuah kalimat dari sebuah kitab (buku) yang aku baca tadi malam. Bagiku ini luar biasa, sampai aku berpikir dan sibuk mengantuk pada malam tadi.

Maka janganlah kau dengar apa yang akan aku kutip ini karena tidak akan menimbulkan bunyi, tapi bacalah, dengan begitu semoga kau akan paham.

Selasa, 08 April 2014

Kepada Ras Pemimpin Bumi

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. “Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? “Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Alangkah beruntung kalian diciptakan sebagai manusia, menjadi ras yang diunggulkan Tuhan untuk membuat kuasa di muka bumi. Bukan golongan Malaikat, Jin, Hewan, atau Tetumbuhan yang dipercaya memilkul amanat untuk mengurusnya.  Lantas apa maksud Tuhan menjadikan manusia yang sering menumpahkan darah juga berbuat kerusakan sebagai pemimpin di bumi?

Barangkali dengan tugas ini Tuhan menguji kelayakan kalian sebagai manusia, sudah seberapa pantas kalian dicintaiNya, sudah selayak apakah kalian mensyukuri pemberianNya tersebut. Amanat yang teramat berat memikul kepercayaan untuk mengurus kelangsungan hidup banyak makhluk di daratan maupun lautan yang sebegitu luas ini.

Di tahun ini kalian sebagai manusia-manusia yang hidup di Indonesia, kalian dihadapkan pada pemilihan pemimpin, dengan arti kecil seorang yang kalian sebut sebagai presiden, karena dalam arti  luas setiap manusia bisa diartikan pemimpin bagi diri dan lingkungannya sendiri.

Kalian diberi tugas memilih seseorang untuk diberikan kuasa memimpin bangsa yang kalian sebut Indonesia. Sesungguhnya ini semua rumit, ini bukan tentang kelangsungan hidup ras manusia saja, namun juga ras lain yang hidup disini. Kalian lupa sebagai manusia yang menjadi egois terlalu peduli terhadap urusan-urusan kalian sendiri.

Perlu kalian ingat, yang kalian pimpin bukanlah manusia saja. Ada banyak jenis hewan melata dari ujung Aceh hingga Papua, ada banyak Tumbuhan yang hidup di negri ini, Ada pula banyak sekali ikan-ikan yang berenang hilir mudik di setiap perairan negri ini.

Bagaimana memimpin negerimu, jika saat kalian berorasi dengan segala basa-basi banyak rumput dan semut kecil yang kalian injak? Banyak sekali pohon yang dipaku dengan gambar-gambar poster bangsamu yang menurutku tidak gagah sama sekali. Belum lagi sampah-sampah usai pesta demokrasi bangsa kalian usai. Sampah-sampah poster itu seenaknya kalian bakar dan mencemari si Udara, beberapa pula terbuang ke sungai dan menghambat jalur si Air untuk melaksanakan tugasnya menuju lautan.

Rabu, 19 Maret 2014

Perihal Apel Newton

Semua ini berawal dari kebengongan, ketidak puguhan aktivitas, random, bahkan mungkin chaos sehingga jadilah aku yang bengong melamun dan memandangi linimasa di twitter. Satu persatu akun yang berseliweran berkicau, bahkan beberapa ada juga yang menggonggong.


Sesungguhnya aku tak ingin bengong, inginku banyak berkicau juga, hanya saja saat ini aku seringnya bermain twitter via PC lantaran henpon androidku yang masih saja memerlukan perawatan di tukang service handphone karena dengan tak sengaja ia mandi besar oleh air yang tumpah di gelasku tempo lalu. Dan masalahnya ketika main twitter via PC dengan layar monitor yang besarnya sedaratan negara timor-timor bagi semut ini, ketika ada orang lain di belakangku, aku menjadi tak sebebas merpati untuk terbang, aku tak bisa ngetweet, entah mengapa jari-jariku kaku, ada perasaan kikuk tersendiri, padahal aku juga gak begitu yakin jika saudaraku si Nizar itu yang ada semenjak tadi siang disini memperhatikan apa yang bakal aku tweet.

Minggu, 09 Maret 2014

Bukan Orang Jahat yang Banyak, Tapi Orang-orang Baik yang Diam


Pernahkah tersirat dalam benakmu, bahwa zaman ini memang begitu edan?

Ketika tak hentinya segala macam media memberitakan keburukan setiap harinya. Bahkan ketika baru saja tadi pagi kamu membuka mata dan melihat layar televisi, yang pertama kali kamu temui ialah berita-berita kriminal. Haruskah sepagi itu kita menyantap sarapan dengan menu yang begitu mengerikan?  Piring kosong dalam kepalamu yang seharusnya terisi dengan inspirasi, semangat hidup, juga rasa syukur itu harus  ditukar paksa dengan rasa takut, kengerian, dan hilangnya rasa percaya bahwa bumi yang kau pijak ialah tempat terbaik yang Tuhan anugrahkan pada Adam beserta turunannya.